Kapanlagi. com – Barang apa yang terpikirkan di benakmu masa berada di anjungan pengeboran minyak lepas pantai atau oil rig? Terisolasi, mungkin itulah kesan mula-mula yang bakal disampaikan banyak orang. Secara umum lokasi oil rig memang jauh dari daratan. Seluruhnya dua kali berkunjung ke kian memang bisa mengobati kesan penasaran, bagaimana sebuah bangunan baja manusia besar bisa berdiri tegak di tengah samudera.

Namun, zaman badai melanda, justru rasa waswas yang bakal mendera, lebih-lebih bagi yang tak terbiasa bekerja di sana. Ini belum ditambah percekcokan sosial di antara para pekerja yang bisa terjadi, tanpa diketahui apa penyebab pastinya. Hal inilah yang disuguhkan dalam serial Rig 45 .

Credit: Viaplay Original

Rig 45 dibintangi Catherine Walker sebagai Andrea Burell dan Soren Malling sebagai Jens. Selain itu, ada 7 orang kru diperankan oleh: David Dencik (Mikkel), Gary Lewis (Douglas), Joi Johannsson (Vidar), Lisa Henni (Petra), Bjorn Bengtsson (Pontus), Judith Roddy (Mary), dan Jakob Oftebro (Halvar).

Mini seri yang hadir pada 6 episode di season pertama tersebut benar-benar membuat siapapun yang menonton menebak-nebak tentang apa yang sesungguhnya terjadi. Betapa tidak, di anjungan pengeboran minyak lepas pantai cetakan 45 itu tiba-tiba saja terjadi insiden yang menelan korban roh, hingga membuat suasana di sana menjadi mencekam lantaran diketahui adanya kasus pembunuhan.

Credit: Viaplay Original

Menariknya, sejak awal serial itu mengajak penonton berkenalan dengan utama per satu karakter yang berharta di lokasi kejadian. Tapi, pada antara mereka ternyata ada wujud yang menjadi dalang dari kasus pembunuhan tersebut. Meski ada Andrea yang ditugaskan untuk melakukan investigasi, tetapi tak lantas membuat alur serial ini jadi mudah ditebak.

Sebaliknya, penonton dipaksa untuk terlibat berpikir dan merangkai beragam bukti bersama. Sebab, Rig 45 bukanlah serial yang membiarkan penonton menunggu sang lakon utama menguraikan ketajaman logika dalam merangkai isyarat yang bisa mengantarkan kepada pelaku utama. Di sinilah daya tarik Rig 45 , karena penonton tak bisa mencalonkan salah satu karakter saja.

Credit: Viaplay Original

Terlebih dalam Rig 45 semua tokoh mendapatkan bagian kedudukan yang boleh dibilang hampir cocok, sehingga tak ada karakter berpengaruh. Selain itu, di Rig 45 tidak ada sosok detektif dengan penguasaan logika luar biasa dalam menanggulangi masalah, sehingga penonton benar-benar harus mengumpulkan petunjuk di setiap putaran, dan menebak-nebak sendiri bakal sesuai apa ending -nya nanti.

Biar begitu, Ola Noren dan Roland Ulvselius membuat plot dalam tulisan Rig 45 sebenarnya tak serumit yang dibayangkan. Kamu hanya perlu fokus menonton serial dengan sinematografi ciamik garapan sutradara asal Swedia, Per Hanefjord tersebut, karena di setiap episode bakal selalu menyajikan plot twist . Masing-masing episode serial produksi Viaplay tersebut berdurasi sekitar 40 menit.

Credit: Viaplay Original

Rig 45 season pertama, tak sekadar menyorot aksi Andrea menginvestigasi kejadian yang terjadi di anjungan pengeboran minyak lepas pantai. Pokok, dalam prosesnya Andrea justru penuh menemui kendala. Ia bahkan sempat menjadi korban penganiayaan sosok misterius. Kondisi belum diperburuk dengan terpaan badai yang dikabarkan bakal menerpa Rig 45 , hingga adanya sabotase alat komunikasi yang menyebabkan akses ke dunia luar.

Bisakah warga Rig 45 bertahan dari teror misterius yang membuntuti mereka? Lantas, akankah dalang di balik pembunuhan di Rig 45 terungkap? Temukan motif dengan melatarbelakangi kejadian hingga menemukan sapa yang bakal tersisa di stan pengeboran minyak lepas pantai tersebut dengan menonton langsung serial Rig 45 di Mola TV.